Minggu, 25 November 2012

SPEKTRUM TKPI

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR 
TEKNIKA KAPAL PENANGKAP IKAN
A.     DASAR KOMPETENSI KEJURUAN
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
1.  Menerapkan hukum laut
1.1   Menguraikan hukum-hukum laut
1.2   Menjelaskan tanggung jawab awak kapal menurut hukum-hukum yang berkaitan dengan P2TL
1.3   Menguraikan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penyelenggaraan usaha pelayaran
1.4   Menguraikan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan awak kapal
1.5   Menerapkan perjanjian kerja laut
1.6   Menjelaskan kelaik-lautan kapal.
2.  Memahami bangunan kapal.
2.1   Menjelaskan jenis-jenis bangunan dan bagian-bagian kapal
2.2   Menguraikan ukuran-ukuran pokok kapal
2.3   Menjelaskan tonase kapal
2.4   Menjelaskan tangki-tangki dasar berganda
2.5   Mendeskripsikan struktur dan bagian-bagian bangunan kapal.
3.  Memahami stabilitas kapal
3.1   Menjelaskan stabilitas kapal
3.2   Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas kapal
3.3   Menjelaskan penggunaan data stabilitas, daftar trim dan stabilitas awal
3.4   Menjelaskan cara bongkar muat
3.5   Menjelaskan pengaruh dari stabilitas kapal pada saat pembongkaran dan pemuatan
3.6   Menjelaskan penggunaan Plimsoll Mark
3.7   Menghitung pengaruh permukaan bebas (free surface effect)
3.8   Menjelaskan percobaan kesetimbangan (inclining experiment).
4.  Menerapkan dasar-dasar elektronika
4.1   Menjelaskan dasar-dasar elektronik
4.2   Memahami komponen-komponen elektronika
4.3   Menjelaskan simbol-simbol elektronika
4.4   Membaca rangkaian elektronika.
5.  Memahami mesin penggerak utama
5.1   Menjelaskan mesin penggerak utama
5.2   Menjelaskan bagian-bagian sistem penggerak kapal
5.3   Menjelaskan jenis-jenis mesin kapal dan cara kerjanya
5.4   Menghitung pemakaian bahan bakar
5.5   Menjelaskan mesin-mesin bantu di kapal.
6.  Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3)
6.1   Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
6.2   Melaksanakan prosedur K3
6.3   Menguraikan peraturan ILO/IMO tentang awak
6.4   Mengidentifikasi sebab-sebab kecelakaan
6.5   Menjelaskan tindakan pencegahan untuk memasuki ruangan tertutup
6.6   Melakukan tindakan pencegahan kecelakaan di atas kapal.
7.  Melakukan pencegahan polusi lingkungan laut
7.1   Menjelaskan Marpol 1973
7.2   Mengenal peralatan pencegah pencemaran laut
7.3   Mengoperasikan peralatan pencegah pencemaran laut
7.4   Mencegah dan menanggulangi pencemaran laut.
8.  Menerapkan prosedur darurat dan SAR
8.1   Menjelaskan prosedur darurat
8.2   Menjelaskan keadaan darurat di kapal
8.3   Menanggulangi keadaan darurat
8.4   Menerapkan isyarat bahaya
8.5   Melakukan tindakan dalam keadaan darurat
8.6   Menggunakan lintas penyelamatan diri
8.7   Melakukan SAR untuk kapal lain sesuai standar prosedur yang ditentukan.
9.  Melakukan pencegahan dan pemadaman kebakaran
9.1   Menjelaskan prinsip pencegahan dan pemadaman kebakaran
9.2   Menjelaskan klasifikasi api dan memilih media pemadamnya
9.3   Menggunakan alat-alat pelindung pernapasan
9.4   Mengorganisasikan peran pemadaman kebakaran di kapal
9.5   Melakukan pemadaman kebakaran.
10.  Menerapkan prosedur penyelamatan di kapal
10.1   Menjelaskan prosedur penyelamatan di kapal
10.2   Menerapkan prinsip umum bertahan hidup di laut
10.3   Menerapkan tindakan keadaan darurat dan evakuasi di atas kapal
10.4   Mengoperasikan permesinan sekoci dan perlengkapannya
10.5   Mengoperasikan perlengkapan radio darurat
10.6   Melakukan tindakan penyelamatan diri di atas pesawat luput maut.
11.  Menerapkan pelayanan medis di atas kapal
11.1   Menjelaskan prinsip dasar pelayanan medis
11.2   Menjelaskan susunan tubuh manusia dan fungsinya
11.3   Menerapkan prinsip umum P3K
11.4   Melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan
11.5   Melakukan penyelamatan dan pengangkutan korban/penderita akibat kecelakaan.
12.  Menerapkan hubungan kemanusiaan dan tanggungjawab sosial di atas kapal
12.1   Menjelaskan hubungan kemanusiaan dan tanggung jawab sosial di atas kapal
12.2   Menjelaskan aspek umum hubungan antar manusia
12.3   Menerapkan hubungan antar manusia dalam kehidupan sosial di kapal
12.4   Menerapkan hubungan sosial dalam lingkungan kerja
12.5   Menerapkan kepemimpinan di atas kapal.


B.     KOMPETENSI KEJURUAN
1.  Teknika Kapal Penangkap Ikan (055)
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
1.   Mengoperasikan mesin penggerak utama kapal perikanan
1.1   Melakukan persiapan pengoperasian mesin penggerak utama
1.2   Mengoperasikan mesin utama
1.3   Memeriksa kondisi operasi mesin utama
1.4   Mengatasi gangguan-gangguan pada mesin utama
1.5   Melakukan pemeliharaan saat operasi mesin.
2.   Melakukan perawatan mesin penggerak utama kapal perikanan
2.1   Menjelaskan perawatan mesin penggerak utama
2.2   Melakukan perawatan mesin utama
2.3   Melakukan perbaikan mesin utama
2.4   Melakukan perawatan tahunan.
3.   Melakukan perawatan mesin bantu dek dan mesin bantu penangkapan
3.1   Menjelaskan mesin-mesin bantu di kapal
3.2   Mengoperasikan mesin bantu dek
3.3   Mengoperasikan mesin bantu penangkapan
3.4   Melakukan perawatan mesin dek
3.5   Melakukan perawatan mesin bantu penangkapan.
4.   Mengoperasikan dan merawat peralatan otomatis
4.1   Menjelaskan pengendalian kapal penangkap ikan
4.2   Menjelaskan peralatan otomatis di kapal perikanan
4.3   Mengoperasikan peralatan otomatis
4.4   Merawat peralatan otomatis
4.5   Melacak gangguan peralatan otomatis.
5.   Mengoperasikan sistem kelistrikan kapal
5.1   Menjelaskan sistem kelistrikan kapal
5.2   Mengidentifikasi sistem kelistrikan kapal perikanan
5.3   Mengoperasikan sistem kelistrikan kapal
5.4   Menjaga sistem kelistrikan kapal
5.5   Melakukan perawatan sistem kelistrikan kapal.
6.   Mengoperasikan dan merawat sistem refrigerasi
6.1   Menjelaskan sistem refrigerasi
6.2   Mengidentifikasi komponen mesin refrigerasi
6.3   Mengoperasikan mesin refrigerasi
6.4   Melacak gangguan-gangguan pada sistem refrigerasi
6.5   Merawat sistem refrigerasi
6.6   Memperbaiki sistem refrigerasi.
7.   Melakukan kerja bengkel
7.1   Menjelaskan dasar-dasar kerja bengkel
7.2   Mengikir benda kerja
7.3   Mengebor benda kerja
7.4   Melakukan pembubutan
7.5   Melakukan pengelasan
8.   Melakukan dinas jaga mesin
8.1   Menerapkan dinas jaga mesin
8.2   Menjaga kondisi operasi mesin
8.3   Mengatasi gangguan permesinan selama dinas jaga.
9.   Memilih bahan teknik
9.1   Mengidentifikasi bahan teknik
9.2   Melakukan pemilihan bahan teknik
9.3   Menghitung kebutuhan bahan
9.4   Melakukan pengujian.
10.  Menggambar teknik
10.1   Mempersiapkan gambar teknik
10.2   Merancang gambar teknik
10.3   Menggambar bagian mesin
10.4   Menerapkan gambar teknik.
11.  Menerapkan penanganan hasil tangkap
11.1   Menjelaskan prinsip-prinsip hasil tangkap
11.2   Menyimpan hasil tangkapan
11.3   Melakukan proses pendinginan dan pembekuan hasil tangkapan
11.4   Menjaga mutu produk hasil tangkapan.
12.  Merawat alat penangkap ikan
12.1   Menjelaskan alat tangkap ikan
12.2   Mengidentifikasi bahan alat tangkap ikan
12.3   Melakukan perawatan alat tangkap.
13.  Menerapkan penangkapan ikan dengan berbagai alat tangkap
13.1   Menjelaskan teknik penangkapan ikan
13.2   Mengoperasikan jaring payang
13.3   Mengoperasikan jaring pukat ikan
13.4   Mengoperasikan jaring insang (gill net)
13.5   Mengoperasikan jaring purse seine
13.6   Mengoperasikan pancing (long line).

SEJARAH SMKN 36 JAKARTA

SMK Negeri 36 Jakarta dirintis sekitar bulan November tahun 1968. Pada  waktu itu  didirikan Sekolah Teknik Negeri 12 (ST N 12) Perkapalan yang merupakan pindahan dari Sekolah Teknik (ST) Budi Utomo yang berkedudukan di Jakarta Pusat. Adapun kronologisnya  sebagai berikut:
Tahun 1968 s.d. 1976
Sekolah ini masih bernama ST Negeri 12 Perkapalan dengan Bpk. Kuswaya, B.Sc sebagai Kepala Sekolah.
Tahun 1976 s.d. 1977
Pada tahun tersebut, seluruh ST Negeri se-Indonesia dilikuidasi, dan ST Negeri 12 Perkapalan Jakarta diintegrasikan  ke SMP Negeri 50 dalam rangka persiapan menjadi Sekolah Teknologi Menengah (STM)
Tahun 1977 S.D. 1978
Diintegrasikannya SMP Negeri 50 menjadi STM Fider School 12 (cabang STM Negeri 3 Jakarta).
Tahun 1978 s.d. 1979
Secara resmi berdirilah STM Negeri 9 dengan Program Keahlian : Mesin Produksi (MP). Berikut ini adalah kepala-kepala sekolah yang pernah menjabat menjadi kepala sekolah STM Negeri 9 Jakarta:
a. Tahun 1979 s.d. 1990    : Bpk. Samsudin, B.Sc
b. Tahun 1990 s.d. 1992    : Bpk. Drs. Binsar Situmorang
c. Tahun 1992 s.d. 1995    : Bpk. Drs. Amin Suhartono
d. Tahun 1995 s.d. 1996    : Bpk. Drs. M. Khusen.
Pada periode ini tepatnya awal tahun pelajaran 1995/1996 dibuka Program Keahlian Mekanik Otomotif (MO), sehingga STM Negeri 9, memiliki 2 (dua) Program Keahlian yaitu: Mesin Produksi (MP) dan Mekanik Otomotif (MO). Pada tanggal 22 Juni 1996, berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), STM Negeri 9 berubah nama menjadi SMK Negeri 36 Jakarta.
e. Tahun 1996 s.d. 2001    : Bpk. Ismet Inonu (almarhum)
Tahun 1997, Program Mesin Produksi ditutup menjadi 1 Program Keahlian Mekanik Otomotif (MO). Pada tahun 1999, SMK Negeri 36 Jakarta ditunjuk untuk membuka program keahlian yang  bernuansa kelautan, yaitu program: Nautika Kapal Perikanan Ikan (NKPI) karena lokasi sekolah yang berdekatan dengan laut.
f. Tahun 2001 s.d. 2005      : Bpk. Drs. Budiono
Pada periode ini, 2 (dua) program keahlian kembali dibuka yaitu: Teknik Kapal Penangkapan Ikan (TKPI), dan Budi Daya Perairan (BP)/Agrobisnis Perikanan (AP), sehingga SMK Negeri 36 Jakarta sudah memiliki 4 (empat) Program Keahlian, yaitu: Nautika Kapal Penangkapan Ikan (NKPI), Mekanik Otomotif (MO), Teknik Kapal Penangkapan Ikan (TKPI), dan Budi Daya Perairan (BP).
g. Tahun 2005 s.d. 2009    : Bpk. Drs. Hasoloan Pakpahan, MPE.
Pada periode ini, SMK Negeri 36 kembali membuka beberapa program keahlian sehingga sekarang ada 7 (tujuh) program keahlian, yaitu: Nautika Kapal Penangkapan Ikan (NKPI), Mekanik Otomotif (MO), Teknik Kapal Penangkapan Ikan (TKPI),  Budi Daya Perairan (BP)/ Agrobisnis perikanan (AP). Mesin Produksi (MP), TeknikKomputer Jaringan (TKJ) dan Teknik Alat Berat (TAB).
h. Tahun 2009 s.d.2011       : Drs. Dedi Dwitagama, M.M, M. Si
i.  Tahun 2011 s.d. sekarang: H. Asari, M.Si

Biologi

Biologi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ini adalah versi yang telah diperiksa dari halaman ini(+)
Ini adalah versi stabil, dilihat pada 3 Juli 2010. Drafnya memiliki perubahan templat/berkas yang menunggu tinjauan.
Akurasi Terperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Artikel atau sebagian dari artikel ini membutuhkan perhatian dari ahli subyek terkait.
Jika Anda adalah ahli yang dapat membantu, silakan membantu memperbaiki kualitas artikel ini.
Escherichia coli Pohon pakis
Kumbang Goliath Rusa
Biologi mempelajari ilmu mengenai kehidupan. Dari kiri atas, E. coli, pohon pakis, rusa, kumbang Goliath.
Biologi (ilmu hayat) adalah ilmu mengenai kehidupan. Istilah ini diambil dari bahasa Belanda “biologie”, yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani, βίος, bios (“hidup”) dan λόγος,logos (“lambang”, “ilmu”). Dahulu—sampai tahun 1970-an—digunakan istilah ilmu hayat (diambil dari bahasa Arab, artinya “ilmu kehidupan”).
Obyek kajian biologi sangat luas dan mencakup semua makhluk hidup. Karenanya, dikenal berbagai cabang biologi yang mengkhususkan diri pada setiap kelompok organisme, seperti botani, zoologi, dan mikrobiologi. Berbagai aspek kehidupan dikaji. Ciri-ciri fisik dipelajari dalam anatomi, sedang fungsinya dalam fisiologi; Perilaku dipelajari dalam etologi, baik pada masa sekarang dan masa lalu (dipelajari dalam biologi evolusioner dan paleobiologi); Bagaimana makhluk hidup tercipta dipelajari dalam evolusi; Interaksi antarsesama makhluk dan dengan alam sekitar mereka dipelajari dalam ekologi; Mekanisme pewarisan sifat—yang berguna dalam upaya menjaga kelangsungan hidup suatu jenis makhluk hidup—dipelajari dalam genetika.
Saat ini bahkan berkembang aspek biologi yang mengkaji kemungkinan berevolusinya makhluk hidup pada masa yang akan datang, juga kemungkinan adanya makhluk hidup di planet-planet selain bumi, yaitu astrobiologi. Sementara itu, perkembangan teknologi memungkinkan pengkajian pada tingkat molekul penyusun organisme melalui biologi molekular serta biokimia, yang banyak didukung oleh perkembangan teknik komputasi melalui bidang bioinformatika.
Ilmu biologi banyak berkembang pada abad ke-19, dengan ilmuwan menemukan bahwa organisme memiliki karakteristik pokok. Biologi kini merupakan subyek pelajaran sekolah dan universitas di seluruh dunia, dengan lebih dari jutaan makalah dibuat setiap tahun dalam susunan luas jurnal biologi dan kedokteran.[1]
Daftar isi
[sembunyikan]
* 1 Asal mula biologi
o 1.1 Aristoteles dan biologi
o 1.2 Didirikannya biologi modern
* 2 Cakupan biologi
o 2.1 Pembagian Berdasarkan Kelompok Organisme
o 2.2 Pembagian berdasarkan organisasi kehidupan
o 2.3 Pembagian berdasarkan interaksi
* 3 Lihat pula
* 4 Catatan kaki
[sunting] Asal mula biologi
[sunting] Aristoteles dan biologi
Ilmu biologi dirintis oleh Aristoteles, ilmuwan berkebangsaan Yunani. Dalam terminologi Aristoteles, “filosofi alam” adalah cabang filosofi yang meneliti fenomena alam, dan mencakupi bidang yang kini disebut sebagai fisika, biologi, dan ilmu pengetahuan alam lainnya.
Aristoteles melakukan penelitian sejarah alam di pulau Lesbos. Hasil penelitiannya, termasuk Sejarah Hewan, Generasi Hewan, dan Bagian Hewan, berisi beberapa observasi dan interpretasi, dan juga terdapat mitos dan kesalahan. Bagian yang penting adalah mengenai kehidupan laut. Ia memisahkan mamalia laut dari ikan, dan mengetahui bahwa hiu dan pari adalah bagian dari grup yang ia sebut Selachē (selachians).[2]
[sunting] Didirikannya biologi modern
Istilah biologi dalam pengertian modern kelihatannya diperkenalkan secara terpisah oleh Gottfried Reinhold Treviranus (Biologie oder Philosophie der lebenden Natur, 1802) dan Jean-Baptiste Lamarck (Hydrogéologie, 1802). Namun, istilah biologi sebenarnya telah dipakai pada 1800 oleh Karl Friedrich Burdach. Bahkan, sebelumnya, istilah itu juga telah muncul dalam judul buku Michael Christoph Hanov jilid ke-3 yang terbit pada 1766, yaitu Philosophiae Naturalis Sive Physicae Dogmaticae: Geologia, Biologia, Phytologia Generalis et Dendrologia.
[sunting] Cakupan biologi
Lihat artikel utama Daftar Cabang-cabang biologi
Pada masa kini, biologi mencakup bidang akademik yang sangat luas, bersentuhan dengan bidang-bidang sains yang lain, dan sering kali dipandang sebagai ilmu yang mandiri. Namun, pencabangan biologi selalu mengikuti tiga dimensi yang saling tegak lurus: keanekaragaman (berdasarkan kelompok organisme), organisasi kehidupan (taraf kajian dari sistem kehidupan), dan interaksi (hubungan antarunit kehidupan serta antara unit kehidupan dengan lingkungannya).
[sunting] Pembagian Berdasarkan Kelompok Organisme
Makhluk hidup atau organisme sangat beraneka ragam. Taksonomi mempelajari bagaimana organisme dapat dikelompokkan berdasarkan kemiripan dan perbedaan yang dimiliki. Selanjutnya, berbagai kelompok itu dipelajari semua gatra kehidupannya, sehingga dikenallah ilmu biologi tumbuhan (botani), biologi hewan (zoologi), biologi serangga (entomologi), dan seterusnya.
[sunting] Pembagian berdasarkan organisasi kehidupan
Kehidupan berlangsung dalam hirarki yang terorganisasi. Hirarki organisme, dari yang terkecil hingga yang terbesar yang dipelajari dalam biologi, adalah sebagai berikut:[3]
* sel;
* jaringan;
* organ;
* sistem organ;
* individu;
* populasi;
* komunitas atau masyarakat;
* ekosistem; dan
* bioma.
Kajian-kajian subindividu mencakup biologi sel, anatomi dan cabang-cabangnya (sitologi, histologi dan organologi), dan fisiologi. Pembagian lebih rinci juga mungkin terjadi. Misalnya, anatomi dapat dikhususkan pada setiap organ atau sistem (biasa terjadi dalam ilmu kedokteran): pulmonologi, kardiologi, neurologi, dan sebagainya).
Tingkat supraindividu dipelajari dalam ekologi, yang juga memiliki pengkhususan tersendiri, seperti ekofisiologi atau “fisiologi lingkungan”, fenologi, serta ilmu perilaku.
[sunting] Pembagian berdasarkan interaksi
Hubungan antarunit kehidupan maupun antara unit kehidupan dan lingkungannya terjadi pada semua tingkat organisasi.
[sunting] Lihat pula
Portal.svg Portal Biologi
* Daftar Ilmuwan Biologi
* Asam deoksiribonukleat (DNA)
* Hewan
* Sel
* Fotosintesis
* Tumbuhan
* Hidup dan kehidupan
[sunting] Catatan kaki
1. ^ King, TJ & Roberts, MBV (12 Juli 1986). Biology: A Functional Approach. Thomas Nelson and Sons. ISBN 978-0174480358.
2. ^ Singer, Charles. A short history of biology. Oxford 1931.
3. ^ Campbell NA, Reece JB. 2009. Biology. USA: Pearson Benjamin Cummings
[sembunyikan]
l • b • s
Cabang utama dalam Ilmu alam
Astronomi · Biologi · Ilmu bumi · Fisika · Kimia